Free Kakashi Cursors at www.totallyfreecursors.com
Mugoi-sama: CONTOH MAKALAH PENDIDIKAN

Jumat, 06 Juli 2012

CONTOH MAKALAH PENDIDIKAN

yoo!!! lama ga ngepost.. kali ini saya mau share contoh makalah tentang pendidikan berikut ini cuplikannya 




 A. Pengertian Pendidikan Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunani “paedagogie” yang akar katanya “pais” yang berarti anak dan “again” yang artinya bimbingan. Jadi “paedagogie” berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Dalam bahasa inggris pendidikan diterjemahkan menjadi “Education”. Education berasal dari bahasa Yunani “educare” yang berarti membawa keluar yang tersimpan dalam jiwa anak, untuk dituntun agar tumbuh dan berkembang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Pendidikan adalah aktivitas atau usaha manusia untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi bawaan baik jasmani maupun rohani untuk memperoleh hasil dan prestasi. Dengan kata lain bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai suatu hasil peradapan bangsa yang dikembangkan atas dasar pandangan hidup bangsa itu sendiri ( nilai dan norma masyarakat ) yang berfungsi sebagai filsafat pendidikannya atau sebagai cita-cita dan pernyataan tujuan pendidikannya karenanya bagaimanapun peradaban suatu masyarakat, didalamnya berlangsung dan terjadi suatu proses pendidikan sebagai usaha manusia untuk melestarikan hidupnya. Pendidikan bagi kehidupan manusia merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa pendidikan sama sekali mustahil suatu kelompok manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan inspirasinya (cita-cita) untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut konsep pandangan hidup mereka. Pendidikan, yang sasarannya manusia mengandung banyak aspek dan sifatnya sangan komleks. Karena sifat yang kompleks itu ada beberapa batasan-batasan yang menjelaskan arti pendidikan. Batasan pengertian pendidikan yang diberikan oleh para ahli tergantung dari sudut pandang yang dipergunakan dalam memberi arti pendidikan. Sudut pandang tersebut dapat bersumber dari aliran falsafah, pandangan hidup, atau ilmu-ilmu pengetahuan yang berkaitan dengam tingkah laku manusia. Pengertian pendidikan menurut para ahli : 1. Driyarkara, pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia ketaraf insani di sebut mendidik. 2. Dictionary of education, pendidikan adalah proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat dimana ia hidup, proses sosial dimana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol, sehingga ia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. 3. Crow and crow, pendidikan adalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi ke generasi. 4. John dewey, pendidikan adalah proses pengajaran dan bimbingan, bukan paksaan, yang terjadi di dalam interaksi dengan masyarakat. “Proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia”. Menurutnya hidup itu adalah suatu proses yang selalu berubah, tidak satupun yang abadi. Karena kehidupan itu adalah pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan bathin tanpa dibatasi oleh usia. Dengan kata lain pendidikan adalah suatu usaha manusia untuk membantu pertumbuhan dalam proses hidup tersebut dengan membentukan kecakapan fundamental atau kecakapan dasar yang mencakup aspek intelektual dan emosional yang berguna atau bermanfaat bagi manusia terutama bagi dirinya sendiri dan bagi alam sekitar. 5. Ki Hadjar Dewantara, pendidikan berarti daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran ,dan tubuh anak. 6. Langeveld, pendidikan adalah “bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap dalam melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain. 7. Ahmad D. Marimba. Pendidikan merupakan bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama Tokoh ini adalah sebagai pelopor dan peletak dasar dari perguruan taman siswa. Dasar itu kini terkenal dengan nama “Panca Darma”, dasar-dasar itu ialah ; dasar kemerdekaan, dasar kebangsaan, dasar kemanusiaan, dasar kebudayaan dan dasar kodrat alam. Dalam pelaksanaannya dasar kemerdekaan ini dimaksudkan agar pendidik memberikan kebebasan kepada anak didik untuk mengatur dirinya sendiri dan mengembangkan individunya sendiri, namun harus berdasarkan nilai hidup yang tinggi, sehingga dapat terwujudnya keseimbangan dan keselarasan baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan konsepsi seperti yang telah diuraikan di atas, Dewantara telah meletakkan dasar kodrat anak sebagai factor pertama dan utama yang terkenal dengan semboyan “Marilah kita berhamba kepada sang anak” Cita-cita ini akan terlaksana jika kepada anak diberikan kebebasan dan kemerdekaan untuk menjadi manusia yang beradab sesuai dengan kebudayaan dan menghormati bangsanya sendara sebagai bangsa Indonesia. Pengertian pendidikan yang terdapat dalam, Dictionary of Education, adalah proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat dimana ia hidup, proses social dimana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga ia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan social dan kemampuan individu yang optimum (Dijen Dikti, 1983/1984 : 19). Pengertian pendidikan yang tertera dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (Tap MPR No.II/MPR/1988), adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dengan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karena itu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Definisi Pendidikan Menurut Undang-undang Sistem PendidikanNasional (UUSPN) No. 20 tahun 2003 Bab I, pasal 1 menggariskan pengertian adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. BJ Habibie pernah menyatakan, pendidikan adalah pembudayaan. Senada dengan pernyataan tersebut, Wakil Presiden Boediono menilai, pendidikan adalah proses transfer budaya. Dari uraian di atas, maka pendidikan dapat diartikan sebagai: 1. Suatu proses pertumbuhan yang menyesuaikan dengan lingkungan. 2. Suatu pengarahan dan bimbingan yang diberikan kepada anak dalam pertumbuhannya. 3. Suatu usaha sadar untuk menciptakan suatu keadaan atau situasi tertentunyang dikehendaki oleh masyarakat. 4. Suatu pembentukan kepribadian dan kemampuan anak dalam menuju kedewassan. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai usaha pemberian informasi dan pembentukan keterampilan saja, tetapi juga diperluas sebagai usaha untuk mewujudkan keinginan, kebutuhan dan kemampuan individu sehingga tercapai pola hidup pribadi dan sosial yang memuaskan. Pendidikan bukan hanya sarana untuk persiapan hidup yang akan datang, tetapi juga untuk kehidupan sekarang yang sedang mengalamai perkembangan. Ciri atau unsur umum dalam pendidikan: a. Pendidikan mengandung tujuan yang ingin dicapai, yaitu individu yang kemampuan-kemamouan dirinya berkembang sehingga bermanfaat untuk kepentingan hidupnya sebagai seorang individu,warga negara atau warga masyarakat. b. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan perlu melakukan usaha-usaha yang disengaja dan berencana dalam memilih isi, strategi kegiatan, dan teknik penilaian yang sesuai. c. Kegiatan terserbut dapat diberikan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat, pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Dari uraian-uraian mengenai pengertian pendidikan diatas , dapat dikemukakan bahwa: 1. Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rohani dan jasmani. 2. Pendidikan juga berarti lembaga yang bertanggung jawab menetapkan cita-cita (tujuan) pendidikan, isi, sistem, dan organisasi pendidikan. Lembaga-lembaga ini meliputi keluarga, sekolah dan masyrakat. 3. Pendidikan berati pula hasil atau prestasi yang dicapai oleh perkembangan manusia dan usaha lembaga-lembaga tersebut dalam mencapai tujuannya. B. Pengertian Ilmu Pendidikan Ilmu ialah sebuah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang bersifat ilmiah, kemudian ada lagi yang mengemukakan bahwa ilmu adalah suatu uraian yang tersusun secara lengkap tentang salah satu keberadaan. Uraian tersebut merupakan segi-segi dari keberadaan tertentu. Segi-segi itu saling terkait, mempunyai hubungan sebab akibat, tersusun secara logis dan diperoleh dengan cara atau metode tertentu. Ilmu pendidikan adalah ilmu yang mempelajari serta memproses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara. Definisi yang terpenting : 1. Meningkatkan pengetahuan, kepentingan, kesadaran, dan toleransi. 2. Meningkatkan guetioning, skill dan kemampuan, menganilasakan sesuatu termasuk pendidikannya. 3. Meningkatkan kedewasaan individu. 4. Untuk perkembangan negara, diperlukan pendidikan yang menghargai kreativitas. Pengertian ilmu pendidikan menurut para ahli, antara lain: a. Prof. Dr. N. Driyarkara, pemikiran ilmiah tentang realitas yang disebut pendidikan (mendidika dan dididik) b. Prof. M. J. Langeveld, paedogogic atau ilmu mendidik merupakan suatu ilmu yang bukan saja menelaah objeknya untuk mengetahui betapa kedaan dan hakiki objek itu. Melainkan mempelajari pula bagaiamana sebaiknya bertindak. c. Dr. Sutari Imam Branadip, ilmu pendidikan mempelajari suasana dan proses-proses pendidikan. Menurutnya, berbuatan mendidik dan dididik memuat faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi dan menentukan: 1. Adanya tujuan yang hendak dicapai 2. Adanya subjek manusia 3. Yang hidup bersama dalam lingkungan hidup tertentu 4. Yang menggunakan alat-alat tertentu untuk mencapai tujuan d. Prof. Brodjonegoro, ilmu pendidikan merupakan teori pendidikan, perenungan tentang pendidikan e. Engkoswara, ilmu pendidikan merupakan penerapan ilmu-ilmu lain dalam praktek pendidikan. Jadi ilmu pendidikan itu bukanlah ilmu yang berdiri sendiri. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami). Dalam ilmu pendidikan, dikenal unsur-unsur pendidikan, antara lain: 1. Usaha (kegiatan), usaha itu bersifat bimbingan (pimpinan atau pertolongan) dan dilakukan secara sadar. 2. Adanya pendidik,pembimbing, dan penolong. 3. Ada yang dididik. 4. Bimbingan itu mempunyai dasar dan tujuan. 5. Dalam usaha itu tentu ada alat-alat yang digunakan. C. Hakikat Pendidikan Hakikat pendidikan tidak akan terlepas dari hakikat manusia, sebab urusan utama pendidikan adalah manusia Wawasan yang dianut oleh pendidik dalam hal ini guru, tentang manusia akan mempengaruhi strategi atau metode yang digunakan dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Disamping itu konsep pendidikan yang dianut saling berkaitan erat dengan hakikat pendidikan. Beberapa asumsi dasar yang berkenaan dengan dengan hakikat pendidikan tersebut dinyatakan oleh Raka Joni sebagai berikut. 1. Pendidikan merupakan proses interaksi manusia yang ditandai oleh keseimbangan antara kedaulatan subjek didik dengan kewibawaan pendidikan. 2. Pendidikan merupakan usaha penyiapan subjek didik menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan yang semakin pesat. 3. Pendidikan meningkatkan kualitas kehidupan pribadi dan masyarakat. 4. Pendidikan berlangsung seumur hidup. 5. Pendidikan merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi bagi pembentukan manusia seutuhnya. Pada dasarnya pendidikan harus dilihat sebagai proses dan sekaligus sebagai tujuan. Asumsi dasar pendidikan tersebut memandang pendidikan sebagai kegiatan kehidupan dalam masyarakat untuk mencapai perwujudan manusia seutuhnya yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan sebagai kegiatan kehidupan dalam masyarakat mempunyai arti penting baik bagi individu maupun masyarakat. Sebab antara masyarakat dan individu saling berkaitan. Individu menjadi manusia seperti sekarang ini adalah karena proses belajar atau proses interaksi manusiawi dengan manusia lainnya. Ini berarti bahwa manusia tidak akan menjadi manusia tanpa dimanusiakan. Dengan kata lain perkembangan manusia yang manusiawi hanya dapat terjadi dalam lingkungan masyarakatnya. Namun sebaliknya masyarakat sebagai wujud kehidupan bersama tidak mungkin berkembang kalau tidak didukung oleh kemajuan individu-individu anggotanya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan pentingnya untuk kembali menilik hakikat pendidikan, bukan hanya ilmu tapi juga karakter dan nilai. 1. Hakekat Pendidikan sebagai Ilmu Pengetahuan a. Bidang Keilmuan : Karena Ilmu Pendidikan memiliki objek material, yaitu“manusia dan alam semesta” b. Bidang Perangkat Pengetahuan : Karena Ilmu Pendidikan memilki susunan yangsystematis dan objektifitas. c. Bidang Metode 2. Konsep dan Hakekat Pendidikan Pendidikan merupakan kegiatan yangun iversal dalam kehidupan manusia. Meskipun pendidikan merupakan kegiatan yang universal atau umum, dalamkehidupan manusia di masyarakat, namun adnaya perbedaan pandangan hidup ataufilsafah yang dianut oleh tiap-tiap bangsa masyarakat. D. Fungsi Pendidikan Fungsi pendidikan dalam arti mikro (sempit) adalah membantu (secara sadar) perkembangan jasmani dan rohani peserta didik. Fungsi pendidikan secara makro (luas) adalah sebagai alat pengembangan pribadi, pengembangan warga negara, pengembangan kebudayaan, pengembangan bangsa. Menurut Horton dan Hunt, lembaga pendidikan berkaitan dengan fungsi yang nyata (manifes) berikut: 1. Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah. 2. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. 3. Melestarikan kebudayaan. 4. Menanamkan keterampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi. Fungsi laten lembaga pendidikan adalah sebagai berikut. 1. Mengurangi pengendalian orang tua. Melalui pendidikan, sekolah orang tua melimpahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak kepada sekolah. 2. Menyediakan sarana untuk pembangkangan. Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka. 3. Mempertahankan sistem kelas sosial. Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Sekolah juga diharapkan menjadi saluran mobilitas siswa ke status sosial yang lebih tinggi atau paling tidak sesuai dengan status orang tuanya. 4. Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung secara ekonomi pada orang tuanya. Menurut David Popenoe, ada empat macam fungsi pendidikan yakni sebagai berikut: 1. Transmisi (pemindahan) kebudayaan. 2. Memilih dan mengajarkan peranan sosial. 3. Menjamin integrasi sosial. 4. Sekolah mengajarkan corak kepribadian. 5. Sumber inovasi sosial. Ada tiga fungsi pokok dari pendidikan, yakni : pendidikan sebagai penegak nilai, pendidikan sebagai sarana pengembang masyarakat, dan pendidikan sebagai upaya pengembangan potensi manusia. Penjelasan dari tiga fungsi pendidikan adalah sebagai berikut : a. Pendidikan sebagai penegak nilai Pendidikan mempunyai peran yang amat penting dalam kaitan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pendidikan merupakan penegak nilai dalam masyarakat. Hal tersebut berarti bahwa pendidikan memelihara serta menjaga tetap lestarinya nilai-nilai tersebut dalam masyarrakat. Untuk memelihara dan menjaga nilai-nilai ini dengan sendirinya dunia pendidikan harus selektif sehingga tidak menimbulkan gejolak dalam masyarakat. Masyarakat dapa melaksanakan kehidupannya secara tenang sesuai dengan keyakinan masing-masing. Dengan demikian nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tetap menjadi landasan bagi setiap anggota masyarakat. b. Pendidikan sebagai sarana pengembang masyarakat Pendidikan dalam suatu masyarakat akan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan masyarakat yang bersangkutan. Kiprah pendidikan tersebut sangat tergantung pada seberapa aktif dan kreatif para pendidik dalam masyarakat tersebut. Dalam hal ini biasanya para tokoh masyarakat, para guru dan para pendidik lain merupakan motor penggerak serta kemajuan masyarakat yang bersangkutan. c. Pendidikan sebagai upaya pengembangan potensi manusia Melalui pendidikan, diharapkan dalam potensi dalam diri individu akan lebih berkembang. Sehingga dengan hal ini perkembangan dalam masyarakat akan terus mengarah yang lebih baik dan tercipta generasi-generasi penerus yang lebih handal. Pengembangan kemampuan anggota masyarakat dalam menyiapkan generasi penerus merupakan tugas dan fungsi pendidikan yang paling menonjol. E. Tujuan Pendidikan Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah umtuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan. Sebagai suatu komponen pendidikan, tujuan pendidikan menduduki posisi terpenting diantara komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komponen dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada atau ditujukan untuk pencapaian tujuan tersebut. Dengan demikian maka kegiatan-kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan tersebut dianggap menyimpang, tidak fungsional, bahkan salah, sehingga harus dicegah terjadinya. Di sini terlihat bahwa tujuan pendidikan itu bersifat normatif, yaitu mengandung unsur norma yang bersifat memaksa, tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima masyarakat sebagai nilai hidup yang baik. Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Tujuan demikian bersifat umum, ideal, dan kandungannya sangan luas sehingga sangan sulit untuk dilaksanakan didalam praktek. Tujuan pendidikan Indonesia secara umum dapat dilihat pada: a. UU No.2 tahun 1985, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu beriman dan bertaqwa kepada tuuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki ketrampilan dan pengetahuan, sehat jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan bangsa. b. Tujuan pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993, yaitu meningkatkan kualitas manusia indonesia, yaitu manusa yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berekpribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja profesional, serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial, serta kesadaran sejarah bangsa dan mengahargai jasa pahlawan, serta berorientasi masa depan. c. TAP MPR No 4/MPR/1975, tujuan pendidikan adalah membangun dibidang pendidikan berdasarkan atas falsafah negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangun pancasila untuk memebentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab dapat menyuburkan sikap demokratif dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang bermaktub dalam UUD 1945, Bab II (Pasal 2, 3, dan 4). Menurut Wapres Jusuf Kalla, pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran akibat tidak disiplin. Selama beberapa tahun, disiplin pendidikan berkurang karena tidak ada ujian nasional. Akibatnya belajar ataupun tidak belajar, siswa didik lulus. Itulah yang menyebabkan kurangnya disiplin pendidikan. 
 kalau mau yang lengkapnya berikut link downloadnya ==> Download Button semoga bermanfaat^^

0 komentar:

Poskan Komentar

Blogroll

Download

Blogger Tricks

Blogger Themes